Belajar Melalui E-Book


Belajar Melalui E-Book


E-book (electronic book) atau juga Digibook (digital book) adalah evolusi dari buku cetak yang biasa kita baca sehari-hari. Dibandingkan dengan pendahulunya, e-book menawarkan berbagai macam manfaat yang memudahkan kita menimba ilmu dan menambah wawasan. E-book adalah buku elektronik yang bisa disimpan dengan mudah di perangkat elektronik kita. Kapasitas memori sebesar 1 GB sekalipun bisa memuat ratusan e-book. Jika kita punya ratusan buku cetak, sudah pasti kita butuh rak buku yang cukup besar untuk menyimpannya.


E-book kini sudah semakin mudah didapat dan diakses. Apalagi untuk keperluan pendidikan. E-book adalah buku yang dipublikasikan dalam format digital berisi tulisan, gambar, yang dapat dibaca memalui perangkat komputer atau perangkat digital lainnya.

E-book ini biasanya merupakan salah satu format alternatif dari buku cetak. Ada banyak kelebihan e-book yang tidak dimiliki buku cetak. Buku elektronik adalah bagian dari gaya hidup modern yang didukung perangkat elektronik. Di Amerika Serikat, kehadiran e-book semakin menggeser buku cetak.

Download Ebook Lepas Dari Penjara Pikiran

Download Ebook Lepas Dari Penjara Pikiran


Ulasan Singkat Mengenai Isi Buku

Buku terkenal Man’s Search for Meaning karya Viktor Frankl yang menawarkan cara mencari makna hidup telah menginspirasi jutaan orang. Kini, Alex Pattakos, murid Frankl, menunjukkan bagaimana pemikiran Frankl bisa membantu kita menemukan makna di dalam pekerjaan kita.

Disusun berdasarkan karya-karya Frankl, Pattakos mengupas secara terperinci 7 Prinsip Inti dalam mencari makna kerja. Melalui sejumlah cerita, contoh, dan latihan yang merangsang pikiran, Pattakos menerapkan tiap-tiap prinsip tersebut ke dalam berbagai situasi kerja sehingga anda bisa segera memahami prinsip-prinsip itu sekaligus mengetahui kapan dan bagaimana menerapkannya.

Bersama buku Lepas dari Penjara Pikiran ini, temukanlah makna dan kepuasan pribadi dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari sehingga anda bisa meraih potensi tertinggi.

Bila anda tertarik untuk membaca tentang Digibook Inspirasi ini, silahkan download pada link yang saya sediakan  dibawah ini


DOWNLOAD (853,5 KB)

Perbaiki flash disk yang rusak atau Selalu minta format ketika di colokkan kekomputer

Berikut kutipan langkah-langkah untuk memperbaiki flashdisk yang rusak atau tidak bisa di format atau selalu minta format setiap kali di colokkan ke komputer/leptop:
1. Download software USB Viewer.  Kegunaan software ini adalah untuk mengetahui VID (ID Vendor) dan PID (ID Product) flash disk.
2. Setelah mengetahui VID dan PID yang bisa Anda lihat melalui software USB Viewer di atas lalu dilihat di device connectednya, akan muncul Ox[PID] atau Ox[VID] seperti gambar di bawah ini:
Flashdisk Tidak Terbaca / Tidak Terdeteksi dan Solusinya
3. Lalu silakan kunjungi situs http://www.flashboot.ru/iflash.html
4. Masukkan data VID dan PID flashdisk kita di kotak yang telah disediakan dan klik tombol di sampingnya.
5. Maka akan muncul nama-nama Flashdisk beserta detailnya, cocokkan Flashdisk milik kalian.
6. Setelah mencocokkan, copy tulisan paling kanan dari detail Flashdisk kalian tersebut dan paste di kotak pencarian website tadi di pojok kanan atas.

7. Maka kalian akan disediakan link untuk mendownload software yang diperlukan.
8. Setelah mendownload dengan meng-klik tulisan Ckayatb (saya yakin cara menulisnya bukan seperti itu)
9. Ekstrak file dan buka, dan jalan software yang telah di download tersebut.
10. Flashdisk kalian akan menjadi normal kembali.

Cara ini sudah saya buktikan pada flash diks kingston saya yang telah parkir selama 1 tahun dengan kapasitas 4 GB

Selamat mencoba dan semoga dapat membantu masalah anda,,,

Software Pendingin Notebook Atau PC (LocalCooling)

 
Sumpah beneran deh… rasa-rasanya makin hari cuaca makin panas aja… :sad: apa badan saya yang kebanyakan dosa kali ya jadi kerasa panas gini :lol: ….  Wew, mungkin ini akibat pemanasan global (sok tau :cool: ). Hmm di cuaca panas-panas gini saya rasanya sayang buat nyalahin Laptop karena akan menambah kecepatan panas Laptop saya :cool: … ntar nguap lagi :mrgreen: …wkwowkwo.
Woke kali ini saya bagi – bagi sebuah software yang lumayan bermanfaat yakni LocalCooling. Kegunaannya sih singkatnya buat pendingin local (singkat amat :razz: ), woke saya jelaskan deh panjang lebar.
LocalCooling adalah sebuah software untuk menghemat daya dan energy laptop dan komputer bahkan hingga 50 %, dimana energy yang ada di komputer atau laptop  Anda akan dioptimasikan oleh software LocalCooling, dengan memakai software ini Anda bias mengatur dalam meminimalisir pemakaian energy laptop dan PC Anda seperti Power Saving .. Kelebihan lainnya yaitu LocalCooling dapat secara otomatis mematikan monitor, mematikan PC atau hibernate setelah sekian menit tanpa aktivitas, dan juga menawarkan pilihan untuk menghentikan shutdown tertentu jika program ini berjalan atau shutdown pada waktu tertentu dalam sehari.
Saya sarankan sich software beginian diinstal deh…, lumayan karena pendingin PC dan Laptop selain hardware yang ngelakuin software juga ngelakuin kan jadi manteb tuh….
Ni Screen Shootnya :

 

Software Analisis Hasil Tes Uji Validitas Soal

Software  ini bisa untuk soal pilihan ganda atau uraian dalam bentuk validitas, reliabilitas, daya pembeda, indeks kesukaran,  kualitas pengecoh. dan Rekap Analisis Butir. Bagi Bapak/Ibu guru atau calon guru (mahasiswa) yang ingin menggunakan software tersebut silahkan di download.

Software ini namanya ANATES V4, fungsi dan manfaat  ini pastinya untuk menganalisis data soal-soal  yang diujikan. Aplikasi ANATES VERSI 4  ini sangat mudah sekali digunakan dan sangat membantu dalam menganalisis soal-soal. Dengan Anates Versi 4 ini kita bisa memeriksa jawaban soal yang benar dan jawaban soal yang salah dengan praktis dan cepat. Tinggal Klik data apa yang kita inginkan,,, keluar deh hasil’y,,,dan data hasil, bisa langsung di print out/ di print dalam bentuk hasil file .txt (Notepad)
Setelah soal diperiksa, dengan ANATES 4 ini kita bisa melakukan penyekoran dan pemberian bobot untuk jawaban butir soal yang benar dan butir soal yang salah. Selain itu, data soal akan langsung diolah sehingga kita bisa langsung mengetahui:
Reliabilitas tes (soal) yang diujikan
Kelompok unggul dan asor untuk subjek (yang di tes)
Daya pembeda setiap butir soal
Tingkat kesurakan setiap butir soal
Korelasi antara skor butir dengan skor total
Kualitas pengecoh pilihan jawaban
Rekap Analisis butir

Software ini Sudah saya buktikan sendiri sewaktu penyusunan tugas akhir saya kuliah (SKRIPSI),,,


Dalam penyusunan skripsi ( Untuk PTK) sebelum soal yang mau kita gunakan untuk penelitian, soal tersebut harus di uji validitas dulu,, untuk mengetahui valid tidaknya soal yang mau kita gunakan. Seandainya untuk proses analisis butir soal yang kita ujikan kita hitung menggunakan Exel,, memerlukan waktu yang sangat lama, dan rata-rata menyebabkan tingginya frekuensi stress anda, terkadang banyak data yang salah, karna harus masuk sana-sini sehingga memerlukan cek ulang lagi data tersebut.
Ribet kan,,,   :)

Jika ada suatu pekerjaan yang semestinya diselesaikan dalam 1 minggu dapat kita selesaikan dalam 1 hari/bahkan hanya dalam beberapa jam, Mengapa tidak???
ia kan,,,? (saya rasa itu cukup untuk menjawab pertanyaan "mengapa anda menggunakan software ini?")

Nah,,, bagi yang ingin memakai Software ini,,, silahkan download pada link yang saya sediakan dibawah ini,,, file yang di download sudah dilengkapi dengan contoh data yang digunakan.
Mudah-mudahan informasi ini dapat membantu,,,




 DOWNLOAD

Setelah selesai di download, ganti file tersebut yang dulu’y .pdf menjadi .zip
( bisa dengan di rename)



PENERAPAN PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI SMK SABUMI PERTAMBANGAN BANJARBARU PADA MATERI FLUIDA STATIS - ABSTRAK

PENERAPAN PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS XI SMK SABUMI PERTAMBANGAN BANJARBARU PADA MATERI FLUIDA STATIS (Oleh: Rahmatullah; Pembimbing: Mustika Wati, Suyidno; 2012; 80 halaman)

ABSTRAK
Rendahnya penguasaan keterampilan proses sains siswa SMK SABUMI Pertambangan Banjarbaru secara tidak langsung mempengaruhi hasil belajarnya. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas XI SMK SABUMI Pertambangan Banjarbaru melalui penerapan pembelajaran guided inquiry. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang  terbagi menjadi tiga siklus. Pengumpulan data menggunakan pengamatan, tes hasil belajar, dan angket. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran guided inquiry mampu meningkatkan: (1) keterampilanproses sains siswa namun belum memenuhi ketuntasan klasikal, karena  pada siklus I 0%, siklus II 27,6%, siklus III 51,7%, (2) ketuntasan hasil belajar produk siswa pada siklus I 43,3%, siklus II 72,4%, dan siklus III 86,0%, (3) keterlaksanaan RPP secara umum  pada siklus I cukup baik, siklus II baik, dan siklus III menjadi lebih baik, (4) aktivitas siswa terutama melakukan pengamatan, merencanakan penyelidikan, mendiskusikan tugas dan membaca, (5) respon siswa secara umum menyatakan setuju dan merasa jelas terhadap penjelasan dan bimbingan guru saat penyelidikan tetapi merasa kurang mudah terhadap penerapan keterampilan proses sains. Diperoleh simpulan bahwa  penerapan pembelajaran  guided inquiry  efektif dalam meningkatkan  keterampilan proses sains siswa kelas XI SMK SABUMI Pertambangan Banjarbaru pada materi fluida statis.
Kata kunci: PTK, keterampilan proses sains, guided inquiry, fluida statis.

KETERAMPILAN PROSES SAINS

Dalam pembelajaran IPA hasil belajar proses dikenal dengan KETERAMPILAN PROSES SAINS. Keterampilan proses sains adalah keterampilan yang dipelajari siswa pada saat mereka melakukan inquiri ilmiah (Nur, 2009). Pada saat mereka terlibat aktif dalam penyelidikan ilmiah, mereka menggunakan berbagai macam Keterampilan Proses, bukan hanya satu metode ilmiah tunggal. Keterampilan proses tersebut adalah pengamatan, pengklasifikasian, penginferensian, peramalan, pengkomunikasian, pengukuran, penggunaan bilangan, penginterpretasian data, melakukan eksperimen, pengontrolan variabel, perumusan hipotesis, pendefinisian secara operasional, dan perumusan model.

1) Pengamatan adalah penggunaan indera-indera Anda. Anda mengamati dengan penglihatan, pendengaran, pengecapan, perabaan, dan pembauan. Beberapa perilaku yang dikerjakan siswa pada saat pengamatan adalah: (1) penggunaan indera-indera tidak hanya penglihatan, (2) pengorganisasian obyek-obyek menurut satu sifat tertentu, (3) pengidentifikasian banyak sifat, (4) pengidentifikasian perubahan-perubahan dalam suatu obyek, (5) melakukan pengamatan kuantitatif (contoh: “5 kilogram” bukan “berat”), dan (6) melakukan pengamatan kualitatif (contoh: “baunya seperti susu asam” bukan “berbau”).

2) Pengklasifikasian adalah pengelompokan obyek-obyek menurut sifat-sifat tertentu. Beberapa perilaku siswa adalah: (1) pengidentifikasian suatu sifat umum (mineral yang menyerupai logam dan mineral yang tidak menyerupai logam), dan (2) memilah-milahkan dengan menggunakan dua sifat atau lebih (mineral yang memiliki celah yang dapat menggores gelas; dan mineral tanpa celah dan mineral yang tidak dapat menggores gelas).

3) Penginferensian adalah penggunaan apa yang Anda amati untuk menjelaskan sesuatu yang telah terjadi. Penginferensian berlangsung melampaui suatu pengamatan untuk menafsirkan apa yang telah diamati. Sebagai contoh: Anda melihat suatu petak rumput mati. Suatu inferensi yang mungkin diajukan adalah bahwa ada cacing tanah di dalam tanah tersebut yang menyebabkan rumput itu mati. Beberapa perilaku yang dikerjakan siswa pada saat penginferensian adalah (1) mengkaitkan pengamatan dengan pengalaman atau pengetahuan terdahulu, dan (2) mengajukan penjelasan-penjelasan untuk pengamatan-pengamatan.

4) Peramalan/prediksi adalah pengajuan hasil-hasil yang mungkin dihasilkan dari suatu percobaan. Ramalan-ramalan didasarkan pada pengamatan-pengamatan dan inferensi-inferensi sebelumnya. Ramalan merupakan suatu pernyataan tentang pengamatan apa yang mungkin dijumpai di masa yang akan datang, sedangkan inferensi berupaya untuk memberikan alasan tentang mengapa suatu pengamatan terjadi. Beberapa perilaku siswa adalah: (a) penggunaan data dan pengamatan yang sesesuai, (b) penafsiran data/grafik, (c) perumusan generalisasi tentang pola-pola, dan (c) pengujian kebenaran dari ramalan-ramalan yang sesuai.

5) Pengkomunikasian adalah mengatakan apa yang Anda ketahui dengan ucapan kata-kata, tulisan, gambar, demonstrasi, atau grafik. Beberapa perilaku yang dikerjakan siswa pada saat melakukan komunikasi adalah: (a) pemaparan pengamatan atau dengan menggunakan perbendaharaan kata yang sesuai, (b) pengembangan grafik atau gambar untuk menyajikan pengamatan dan peragaan data, dan (c) perancangan poster atau diagram untuk menyajikan data untuk meyakinkan orang lain.

6) Pengukuran adalah penemuan ukuran dari suatu obyek, berapakah massa suatu obyek, berapa banyak ruang yang ditempati suatu obyek. Obyek tersebut dibandingkan dengan suatu satuan pengukuran, misalnya sebuah penjepit kertas atau satuan baku centimeter. Proses ini digunakan untuk melakukan pengamatan kuantitatif. Beberapa perilaku siswa adalah: (a) pengukuran panjang, volume, massa, temperatur, dan waktu dalam satuan yang sesuai, dan (b) memilih alat dan satuan yang sesuai untuk tugas pengukuran tertentu tersebut.

7) Penggunaan Bilangan meliputi pengurutan, penghitungan, penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan. Beberapa perilaku yang dikerjakan siswa pada saat penggunaan bilangan adalah: (1) penghitungan, (2) pengurutan, (3) penyusunan bilangan dalam pola-pola yang benar, dan (c) penggunaan keterampilan matematika yang sesuai.

8) Merumuskan Masalah, masalah harus dirumuskan secara operasional untuk membantu siswa merumuskan hipotesis yang dapat dijawab melalui penyelidikan atau bukti-bukti. Masalah dirumuskan dengan kata tanya yang bersifat terbuka. Beberapa petunjuk melatih siswa dalam merumuskan masalah adalah sebagai berikut: 1) memulai dengan menulis beberapa pertanyaan yang bersifat ilmiah, 2) menyisihkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan pengumpulan bukti, 3) memecah pertanyaan umum menjadi pertanyaan-pertanyaan spesifik yang dapat diselidiki satu persatu, dan 4) merumuskan pertanyaan yang dapat dijawab melalui penyelidikan.

9) Merumuskan Hipotesis adalah suatu prediksi berdasarkan pengamatan yang dapat diuji atau jawaban sementara dari rumusan masalah. Hipotesis biasanya dibuat pada suatu perencanaan penelitian yang memberikan prediksi pengaruh yang akan terjadi dari variabel manipulasi terhadap variabel respon. Hipotesis dapat dirumuskan secara induktif berdasarkan data hasil pengamatan maupun secara deduktif berdasarkan teori menuju suatu pernyataan. Beberapa petunjuk melatih siswa dalam merumuskan hipotesis sebagai berikut: 1) hipotesis dihasilkan dari masalah-masalah yang telah diidentifikasi atau pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan, 2) hipotesis harus dapat diuji melalui suatu penyelidikan, dan 3) hipotesis dirumuskan dalam bentuk pernyataan (jika… maka….), bukan dalam bentuk pertanyaan. Contoh hipotesis: jika sumber tegangan diperbesar maka semakin keras bunyi yang dihasilkan oleh bel listrik.

10) Merencanakan Eksperimen adalah membuat suatu rencana terorganisasi untuk menguji suatu hipotesis. Merencanakan eksperimen tidak harus selalu dalam bentuk penelitian yang rumit, tetapi cukup dilatihkan bagaimana cara mengidentifikasi variabel yang diperlukan untuk menguji hipotesis, mendefinisikan secara operasional variabel tersebut, merencanakan prosedur eksperimen, dan merencanakan tabel data hasil pengamatan.
(1) Identifikasi Variabel
Variabel adalah suatu besaran yang dapat bervariasi atau berubah pada situasi tertentu. Keterampilan identifikasi variabel dapat diukur berdasarkan tiga tujuan pembelajaran berikut: a) mengidentifikasi variabel dari suatu pernyataan tertulis atau dari deskripsi suatu eksperimen, b) mengidentifikasi variabel manipulasi (suatu variabel yang secara sengaja diubah atau dimanipulasi dalam suatu situasi) dan variabel respon (variabel yang berubah sebagai akibat dari variabel manipulasi), dan c) mengidentifikasi variabel kontrol (variabel yang dijaga tetap selama eksperimen) dari suatu pernyataan tertulis atau deskripsi suatu eksperimen.
Beberapa petunjuk melatih siswa dalam mengidentifikasi variabel sebagai berikut: a) memulai dengan mendeskripsikan pertanyaan atau proses yang sedang diselidiki, kemudian mengidentifikasi variabel manipulasi dan variabel respon dalam eksperimen tersebut, memprediksi hasil yang dapat diamati pada variabel respon, b) membuat daftar seluruh variabel lain yang mempengaruhi variabel respon, c) membuat pertimbangan setiap jenis variabel umum, seperti waktu, suhu, panjang, masa, volume, jumlah, dan jenis zat yang digunakan, dan d) menentukan variabel kontrol.
(2) Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel adalah pernyataan yang mendeskripsikan bagaimana variabel tertentu harus diukur atau bagaimana suatu benda/kondisi harus dikenali. Definisi tersebut harus menyatakan tindakan apa yang akan dilakukan dan pengamatan apa yang akan dicatat dari suatu eksperimen. Beberapa petunjuk untuk melatih siswa membuat definisi operasional variabel adalah sebagai berikut: a) mempelajari seluruh rencana tertulis untuk melaksanakan sebuah eksperimen atau menulis sebuah rencana bila belum ada, b) mengidentifikasi setiap variabel atau istilah yang belum memiliki arti tunggal yang jelas, dan c) menulis definisi yang jelas dan lengkap tentang apa yang seharusnya dilakukan atau diukur.
(3) Prosedur Eksperimen
Prosedur eksperimen adalah suatu deskripsi langkah demi langkah tentang bagaimana mengubah variabel manipulasi dan mengamati pengaruh-pengaruh terhadap variabel respon.
(4) Tabel Data Hasil Pengamatan
Tabel data adalah susunan informasi terorganisasi dalam baris-baris dan kolom-kolom berlabel. Tabel data sangat membantu menginterpretasikan informasi yang telah dikumpulkan orang lain, menyediakan cara teratur untuk mencatat data hasil pengamatan, dan mengingatkan data apa saja yang perlu dikumpulkan. Beberapa petunjuk melatih siswa dalam membuat tabel data sebagai berikut: a) mempertimbangkan variabel manipulasi dan respon untuk menentukan pengamatan yang akan dilakukan, b) merencanakan pengamatan sesuai dengan pola tertentu, misalnya: setiap satu menit atau setiap 10 lilitan kawat, c) membuat draf tabel data dan sebuah judul tabel yang sesuai, d) menuliskan satuan ke dalam label kolom, e) membandingkan draf tabel data dengan rencana, dan f) merevisi draf tabel data.

11) Melaksanakan Eksperimen, eksperimen dilaksanakan untuk menjawab suatu permasalahan atau menguji suatu hipotesis. Pada kegiatan ini, siswa dilatih bertindak sebagai peneliti sehingga dituntut bersikap obyektif, sistematis, logis, dan teliti.

12) Menganalisis Data adalah menjelaskan atau mengartikan data yang diperoleh dari hasil eksperimen. Menganalisis data dapat dilakukan dengan cara membandingkan atau mencari kecenderungan dari data yang dianalisis.

13) Menyimpulkan Data adalah pembuatan pernyataan yang mengikhtisarkan apa yang telah dipelajari dari suatu eksperimen atau pengamatan. Kesimpulan hasil eksperimen pada umumnya berkaitan dengan hipotesis, karena setelah siswa melaksanakan eksperimen baru dapat disimpulkan apakah hipotesis itu diterima atau ditolak. Beberapa petunjuk melatih siswa menarik kesimpulan sebagai berikut: 1) menjadikan hipotesis sebagai acuan dalam eksperimen, 2) mengiden-tifikasi pola-pola dari data yang dianalisis, 3) menentukan apakah data yang diperoleh mendukung hipotesis atau tidak, dan 4) membuat pertimbangan, apakah perlu merencanakan eksperimen lain untuk mendukung kesimpulan yang dibuat.


CONTOH SOAL KETERAMPILAM PROSES SAINS DAN
KRITERIA PENILAIAN KETERAMPILAM PROSES SAINS

Download Buku Biologi SMA Kelas XII (Kurikulum KTSP)

Download Buku Biologi SMA  Kelas XII  (Kurikulum KTSP)



































Download Buku Biologi SMA Kelas XI (Kurikulum KTSP)

Download Buku Biologi SMA  Kelas XI (Kurikulum KTSP)







 


 


 


 


 





 

Download Buku Biologi SMA Kelas X (Kurikulum KTSP)

Download Buku Biologi SMA  Kelas X (Kurikulum KTSP)